• RSS Tulisan Terbaru

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Manusian dalam Al-Qur`an

??? ??? (Bani Adam )

Manusia disebut Bani Adam dalam Al-Qur’an, karena memang manusia makhluk Allah yang paling sempurna dan mempunyai geneologi yang jelas, manusia mempunyai akal dan fikiran, nafsu dan hati nurani, sehingga manusia dapat menentukan pilihan dalam menjalani hidupnya, dengan kata lain menurut Prof. Buya Hamka manusia adalah satu-satunya makhluk Allah yang berkembang dan berperadaban, yang secara antropologis tidak terjadi pada makhluk lain[1].

????? (Al-Basyar)

Manusia dinamakan al-Basyar karena manusia makhluk yang secara qudrati memerlukan aspek-aspek biologis, seperti makan, minum, berkembang biak, tidur, istirahat, bekerja dan lain sebagainya. Fitrah manusia memang bergerak dan dinamis untuk memenuhi aspek-aspek kebutuhan biologis ini Allah SWT memberikan aturan syariah yang benar agar manusia senantiasa mendapat ridha Allah dan menjadi manusia yang sempurna (insan kamil)[2]

?????( An-Nas )

Umat manusia dinamakan an-Nas karena  manusia merupakan makhluk sosial, yang mana manusia hidup di alam dunia ini tidak dapat hidup sendirian namun saling tergantung satu sama lain, saling tolong menolong, membantu, membutuhkan, untuk itu Allah memberikan aturan yang tegas dalam masalah sosial ini menyangkut hukum, politik, ekonomi maupun pendidikan. Hal ini demi menjaga stabilitas sosial dan menjamin hak-hak dan kewajiban asasi umat manusia dalam bermasyarakat[3].

????? (An-Nafsi )

Sebagai anak cucu Adam kita dinamakan oleh Allah SWT an-Nafs karena memang manusia itu mempunyai sifat keterbatasan dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain seperti malaikat, gunung-gunung, batu-batuan atau lautan. Umur manusia terbatas, kemampuan manusia terbatas, manusia dibatasi oleh Allah SWT dengan ruang dan waktu, untuk itulah umat manusia harus senantiasa bersyukur dan ridha atas nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan-Nya secara cuma-cuma.

??????? (Al-Insan)

Umat manusia dinamakan al-Insan dalam Al-Qur’an, karena manusia mempunyai fitrah-fitrah ketuhanan, dimana hakekat manusia adalah berbuat baik, dan manusia itu mempunyai kecenderungan untuk mencari perlindungan di luar dirinya, dengan kata lain Manusia mempunyai fitrah untuk dekat dengan kholiknya untuk memperoleh perlindungan dan ketentraman batinnya.


[1] Prof. Buya Hamka “Tafsir Al-Azhar” Jilid 1 Hal. 123

[2] Ibid hal. 132-135

[3] Ibnu Khaldun “Muqaddimah Ibnu Khaldun” Alih Bahasa Ahmadi Thoha, hal. 352-361

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: