• RSS Tulisan Terbaru

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Proses Islamisasi Masyarakat Banjar

SANGAT mungkin sekali masyarakat banjar pemeluk Islam sudah ada sebelumnya di sekitar keraton yang dibangun di Banjarmasin, tetapi pengislaman secara massal diduga terjadi setelah raja, Pangeran Samudera yang kemudian dilantik menjadi Sultan Suriansyah, memeluk Islam diikuti warga kerabatnya, yaitu bubuhan raja-raja. Perilaku raja ini diikuti oleh elit ibukota, masing-masing disertai kelompok bubuhannya, dan oleh elit daerah, juga diikuti warga bubuhannya, dan demikianlah seterusnya sampai kepada bubuhan rakyat jelata di tingkat paling bawah.

Dengan masuk Islamnya para bubuhan, kelompok demi kelompok, maka dalam waktu relatif singkat Islam akhirnya telah menjadi identitas orang Banjar dan merupakan cirinya yang pokok, meski pun pada mulanya ketaatan menjalankan ajaran Islam tidak merata. Dapat dikatakan bahwa pada tahap permulaan berkembangnya Islam tersebut, kebudayaan Banjar telah memberikan bingkai dan Islam telah terintegrasikan ke dalamnya: dengan masuk Islamnya bubuhan secara berkelompok, kepercayaan Islam diterima sebagai bagian dari kepercayaan bubuhan. Tidak heran bila ketika itu ungkapan keislaman secara berkelompok lebih dominan dibandingkan ibadah perseorangan umpamanya. Namun orang Banjar berusaha belajar mendalami ajaran agamanya serentak ada kesempatan untuk itu, sehingga akhirnya orang Banjar secara relatif dapat digolongkan orang yang taat menjalankan agamanya, seperti halnya sekarang.

Intensitas keberagamaan masyarakat Banjar meningkat tajam setelah Syekh Arsyad al-Banjari kembali dari mengaji di tanah Arab dan membuka pengajian di Dalam Pagar, sebuah perkampungan yang dibangunnya di atas tanah perwatasan yang dihadiahkan oleh sultan kepadanya, terletak sekitar lima kilo meter dari keraton. Murid-muridnya kemudian membuka pengajian pula di tempatnya masing-masing, yang antara lain adalah keturunannya sendiri, seakan-akan merupakan perwjudan dari hasil munajatnya kepada Tuhan agar dikaruniai ilmu keagamaan sampai tujuh keturunan (“alim tujuh turunan”). Salah sebuah kitab yang dianggap sebagai perwujudan ajaran-ajaran Syekh, terkenal sebagai kitab perukunan, menjadi pegangan umat di kawasan ini selama lebih dari satu abad. Ceritera rakyat menggambarkan bahwa kitab perukunan sebenarnya ialah hasil catatan salah seorang cucu perempuan Syekh yang cerdas ketika mengikuti pengajian khusus wanita yang diberikan oleh Syekh, dan kemudian dicetak dan diakukan sebagai dikarang oleh mufti Jamaluddin, salah seorang anak Syekh. Kitab ini, menurut penulis, belakangan ditambah dan disempurnakan, dan dinamakan Perukunan Besar atau Perukunan Melayu, yang dicetak sebagai dikarang oleh Haji Abdur-rasyid Banjar. Selain peningkatan pengamalan sehari-hari ajaran Islam, Syekh juga berhasil menegaskan peran tokoh agama dalam pemerintahan sebagai kadi dan mufti. Syekh juga berhasil membentuk pengadilan agama, yang tersebar di daerah-daerah dan terus berlanjut sampai lebih dari seratus tahun sesudah meninggalnya. Pada tahun 1835 Sultan Adam (meninggal 1857), melalui kitab hukum yang dinamakan Undang-Undang Sultan Adam, memerintahkan warganya agar membangun langgar dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan ibadah bersama yang, barangkali, merupakan asal muasal orang Banjar gemar membangun langgar. Kenyataan bahwa bubuhan memeluk Islam secara berkelompok telah memberikan warna pada keislaman masyarakat di kawasan ini, yaitu pada asasnya diintegrasikannya kepercayaan Islam ke dalam kepercayaan bubuhan, yaitu kepercayaan yang dianut oleh warga bubuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: