• RSS Tulisan Terbaru

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT)

a.       Pengertian

Model TGT adalah suatu pembelajaran yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan diakhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa. Setelah itu siswa pindah ke kelompok masing- masing untuk mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan- pertanyaan atau masalah- masalah yang diberikan guru. Sebagai ganti dari tes tertulis, setiap siswa akan bertemu setiap sekali seminggu pada meja tournament dengan dua rekan dari kelompok lain untuk membandingkan kemampuan kelompoknya dengan kelompok lain (Nur Asma 2008 ).

TGT digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran dari matematika, bahasa, ilmu pengetahuan sosial, yang telah digunakan dari kelas dua sekolah dasar sampai pergurun tinggi. STAD dan TGT paling cocok untuk mengajarkan materi pembelajaran yang dirumuskan dengan jelas, misalnya pada bidang studi matematika, penggunaan bahasa, geografi, keterampilan membaca peta, dan fakta- fakta serta konsep IPA.

Kegiatan pembelajaran TGT sama dengan tahap model STAD. Pembelajaran didahului  dengan penyajian materi pelajaran oleh guru, dan dilanjutkan dengan  memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa berupa lembar kerja siswa (LKS). Kemudian siswa mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan- pertanyaan didalam kelompok masing- masing. Setelah siap berdiskusi, wakil dari  masing- masing kelompok melaporkan hasil kerjanya ke depan kelas. Kemudian siswa ditempatkan pada meja tournament untuk melakukan permainan.

Model  TGT  tidak menggunakan tes individual, tetapi menggantikannya dengan tournament yang dilakukan terlebih dahulu dengan membentuk kelompok baru. Pembentukan ini dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa yang berkemampuan sama dan setiap kelompok dikumpulkan ke dalam satu kelompok baru. Anggota kelompok baru kemudian menempati meja tournament dan selanjutnya memulai permainan.

TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok- kelompk belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yanga memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing- masing. Dalam kerja kelompok guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. Tugas yang diberikan dikerjakan bersama- sama  dengan anggota kelompoknya. Apabila ada  dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok lain bertanggung jawab memberikan jawaban, atau mengerjakannya, sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.

Akhirnya untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai pelajaran, maka seluruh siswa akan diberikan permainan akademik. Dalam permainan akademik siswa- siswa akan dibagi dalam meja- meja tournament, dimana setiap meja tournament terdiri dari setiap 5 sampai 6 orang yang merupakan wakil dari kelompoknya masing- masing. Dalam setiap meja tournament atau meja permainan diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama. Siswa yang dikelompokkan dalam satu meja tournament secara homogen dari segi kemampuan  akademik, artinya dalam satu meja tournament kemampuan setiap peserta diusahakan agar setara. Hal ini dapat ditentukan dengan melihat nilai yang mereka peroleh pada saat tes  dilaksanakan. Skor yang diperoleh dengan menjumlahkan skor- skor yang diperoleh anggota suatu kelompok, kemudian dibagi banyaknya anggota kelompok tersebut. Skor kelompok ini digunakan untuk memberikan penghargaan tim berupa hadiah atau sertifikat dengan mencantumkan predikat tertentu (http:// Suhadinet.Wordpress,Com/2008/06/14/model pembelajaran-kooperatif tife TGT/).

2. Langkahlangkah TGT

name

Menurut Robert. E Slavin, (2009:166), ada empat komponen-komponen TGT sebagai berikut :

a.       Penyajian kelas

Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar- benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat games karena skor games akan menentukan skor kelompok.

b.      Kelompok (teams)

Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin, dan rasa tau etnis. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalam materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Setelah selesai penyajian materi team tersebut berkumpul untuk mempelajari LKS, untuk menyelesaikan tugas kelompok siswa mengerjakan sacara berpasangan, kemudian saling mencoccokkan jawabannya atau memeriksa ketepatan jawabannya dengan jawaban teman sekelompok. Bila ada siswa yang mengemukakan pertanyaan, teman sekelompoknya bertangguang jawab untuk menjawab pertanyaan sebelum mengajukan pertyanyaan kepada guru

c.       Games/ permainan

Games terdiri dari perytanyaan- pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Permainan dimainkan dimeja- meja tournament yang terdiri dari 5 atau 6 orang siswa yang memiliki kemampuan akademik sama atau mendekati sama. Permainan yang berupa pertanyaan- pertanyaan pada kartu bernomor.

Secara bergiliran siswa mengambil sebuah kartu nomor dan membaca soal itu dengan kuat supaya siswa yang ada dalam meja tersebut dapat mendengar. Siswa yang membaca soal mendapatkan kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan tersebut dan siswa lain yang berada pada meja yang sama menganggap jawaban yang diberikan tadi salah, siswa yang lain boleh memberikan jawaban yang berbeda, kemudian jawaban siswa dicocokkan dengan kunci jawaban yang telah tersedia dimeja tournament.  Jawaban yang benar akan mendapatkan skor, setelah siswa menyelesaikan tournament dilakukan perhitungan skor yang diperoleh siswa. Masing-masing anggota membawa perolehannya kembali kekelompok semula, dan bersama-sama anggoata lain menyumbangkan point untuk kelompoknya. Bagi kelompok yang mendapatkan skor/ poin tertinggi akan mendapatkan penghargaan dari guru.

d.      Tournament

Tournament merupakan struktur bagaimana dilaksanakannya permainan tersebut. Tournament dilaksanakan setelah guru menyelesaikan presentasi kelas/ penyajian kelas dan kelompok sudah mengerjakan LDK.

Diinformasikan kepada siswa, pembentukan kelompok meja tournament dilakukan dengan membentuk kelompok baru dan dilaksanakan tidak ada yang berasal dari kelompok yang sama. Siswa ditugasi mengeser meja-meja untuk dijadikan meja tournament. Salah seorang siswa membagikan lembar permainan, lembar kunci jawaban dan satu tumpukan kartu bernomor serta lembar skor permainan kepada tiap meja.

Untuk memulai permainan masing- masing siswa dilot terlebih dahulu untuk menentukan pemain pertama yang akan mengambil sebuah kartu bernomor yang berisi pertanyaan. Untuk  permainan  selanjutnya, permainan berlangsung menurut arah jarum jam dari pembaca pertama.

Pada saat permainan

Pemain akan mengocok kartu dan mengambil sebuah kartu bernomor yang berisi pertanyaan. Kemudian membacakan dengan keras pertanyaan yang ada pada kartu tersebut. Misalnya, siswa yang mengambil kartu yang bernomor 6, akan menjawab pertanyaan nomor 6. Pembaca yang tidak yakin akan jawabannya diperbolehkannya menerka tanpa mendapat hukuman.

Setelah pembaca tersebut memberikan sebuh jawaban, siswa sebelah kirinya memiliki kesempatan untuk menantang dan memberikan jawaban yang berbeda, bila menyatakan pas  atau tidak menggunakan kesempatan tersebut, atau jika penantang kedua mempunyai jawaban yang berbeda dari dua jawaban pertama, penantang kedua dapat menantang.

Sementara  itu penantang kedua harus hati- hati, karena mereka akan kehilangan sebuah kartu (yang telah berhasil dikumpulkan) apabila jawaban mereka salah. Apabila setiap orang menjawab, menantang, atau pas, penantang kedua (pemain yang berada sebelah kanan pembaca) mencocokkan dengan lembar jawaban atau membacakan jawaban yang benar dengan keras. Pemain yang memberikan jawaban yang benar menyimpan kartu tersebut. Apabila ada jawaban yang salah, ia harus mengambilkan kartu yang ia menangkan sebelumnya (bila ada) ketumpukan kartu.

Apabila tidak ada satu pun jawaban yang benar, kartu tersebut dikembalikan ketumpukan permainan berlanjut sampai waktu yang ditetapkan guru, sampai jam pelajaran habis atau tumpukan kartu habis.

Jika permainan berakhir, para pemain mencatat banyak kartu yang mereka menangkan pada lembar skor permainan. Apabila masih ada waktu, siswa mengocok kembali tumpukan kartu tersebut dan memainkan permainan kedua, dan mencatat banyaknya kartu yang dimenangkan pada kolom permainan.

Menurut Robert E. Slavin ( 2009 : 175 ), Lembar skor permainan Tour                    Tabel 4.2

Pemain Tim Pemain 1 Pemain 2 Pemain 3 Total Poin tournament
Andre 

Husni

Santi

Elang 

Merpati

Merak

14

11

10

12

– 

12 

24

23

20 

60

40

 

Dalam tabel di atas, dapat di lihat dalam satu meja tournament dua kali permainan. Pemberian poin pada tabel di atas berdasarkan pada penghitungan poin tournament untuk  siswa yang mencapai skor tertinggi mendapat 60, poin 40 untuk siswa yang lebih rendah, dan poin 20 untuk  siswa yang terendah seperti pada tabel diatas.

e.       Aturan  Penilaian dalam Tournament

Memberikan bonus poin yaitu setiap skor tertinggi yang diperoleh anggota pada setiap meja tournament diberi bonus 20 poin, setiap skor tertinggi yang kedua pada setiap meja tournament menerima bonus 17 poin, setiap skor yang tertinggi yang ketiga setiap meja tournament menerima bonus 14 poin, dan skor yang terendah pada setiap meja tournament menerima 10 bonus poin. Masing-masing anggota kelompok membawa perolehannya kembali kelompok semula, dan bersama-sama anggota yang lain menyumbangkan poin untu kelompoknya. Penghargaan kelompok yang diberikan berdasarkan perolehan poin kelompok penghargaan yang Diberikan bisa berupa benda, atau sertifkat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: