• RSS Tulisan Terbaru

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Pendekatan Mathematics Problem Solving

Pemanfaatan media SWiSHmax dalam pembelajaran gfeometri ruang di perguruan tinggi secara otomatis akan menggunakan pendekatan mathematics problem solving dalam proses pembelajarannya. Pada dasarnya, mathematics problem solving memiliki tujuan agar mahasiswa dapat: (a) menginvestigasi dan memahami konsep matematika dengan kepercayaan diri tinggi; (b) mengkombinasikan strategi-strategi penyelesaian matematik untuk mencari solusi terbaik tentang permasalahan dalam matematika atau di luar matematika; (c) memahami dan merumuskan permasalahan di sekitarnya yang berkaitan dengan langsung dengan matematika atau yang tidak berkaitan langsung dengan matematika; dan (d) mengaplikasikan proses modeling matematika ke dalam permasalahan dunia nyata.

Mathematics Problem Solving hampir dapat disamakan dengan “doing mathematics”. Mathematics problem sangat bermanfaat untuk membedakan konsep, prosedur, dan tujuan dari sebuah pokok bahasan dalam matematika. Problem solving dapat juga dimanfaatkan untuk mendewasakan mahasiswa. Penerapan pendekatan ini sejak level awal pendidikan dapat membuat mahasiswa sadar matematika. Kesadaran matematika ini dapat meningkatkan motivasi mereka secara alami dan harapannya mahasiswa dapat berkembang logika berpikirnya. Problem solving lebih luas jika dibandingkan dengan mengaplikasikan teknik khusus dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Problem solving juga lebih luas jika dibandingkan dengan bermain kata-kata dalam penyelesaian permasalahan. Problem solving adalah sebuah proses yang penuh matematis dalam rangka mengkonstruksi dan menguatkan (construct and reinforced).

Konsekuensi logis bagi mahasiswa yang belajar dengan pendekatan ini adalah kesadaran mahasiswa akan matematika. Mathematics problem solving tidak hanya dapat memberikan solusi dalam permasalahan sehari-hari, atau pertanyaan dalam ilmu sosial, ilmu sains tapi dapat juga dimanfaatkan untuk melayani teori matematika itu sendiri. Seorang mahasiswa yang dapat membuktikan sebuah teorema dan mahasiswa yang dapat menyelesaikan suatu permalasahan dengan teknik khusus, memiliki level yang berbeda dalam mathematics problem solving (NCTM, 1989)

Konsep dasar mathematics problem solving adalah pemberian permasalahan dan aplikasinya untuk mengenalkan sebuah konsep baru dalam matematika. Permasalahan dan aplikasi tersebut membantu mahasiswa dalam menyusun kerangka berpikirnya, memahami konsep dan memberikan fasilitas dalam prosedur berpikir serta me-review kembali konsep-konsep yang telah dipelajari, dalam rangka memberikan penguatan dalam pemahaman konsep baru tersebut. Proses belajar tersebut memaksa mahasiswa untuk menganalisis situasi berdasarkan pengetahuannya, membangun sebuah teknik matematik, dan akhirnya memanfaatkan teknik tersebut untuk menyelesaikan masalahnya. Proses review juga akan memantapkan pengalaman mahasiswa dalam menyesaikan masalah dan proses pengendapan pengetahuan.

Penerapan pendekatan ini dalam proses belajar mengajar akan membutuhkan waktu beberapa hari bahkan beberapa bulan. Pendekatan ini juga membutuhkan kerjasama antar siswa dalam kelompok-kelompok kecil (NCTM, 1989).

Iklan

Satu Tanggapan

  1. […] agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: