• RSS Tulisan Terbaru

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Pengertian Belajar

Beberapa definisi tentang belajar :

  1. Hilgard dan Bower, dalam buku Theories of Learning ( 1975 ) mengemukakan  “ Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamanya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, dan keadaan sesaat orang ( misalnya kelelahan, pengeruh obat)
  2. Gagne, dalam buku The Condition of Learning ( 1977 ) mengatakan bahwa : Belajar terjadi bila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruh siswa sedemikiann rupa sehingga perbuatan ( performancenya ) berubah dari waktu sebelum ia mengelami situasi ke waktu ia sudah mengalami situasi tadi “
  3. Morgan dalam buku Intrudiction to Psychology ( 1978 ) mengemukakan “ Belajaar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. “
  4. Witherington dalam buku Educational Psycology mengemukakan “ Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu perintah. “

Pengertian Istilah Ibid, Op.cit, dan Loc.Cit

Istilah Ibid. (singkatan dari ibidem) dengan tulisan miring atau italic (atau garis bawah dalam pengetikan manual) digunakan untuk merujuk kepada sumber yang sama dengan yang telah disebutkan sebelumnya tanpa ada sumber kutipan lain yang mengantarainya (baik halaman kutipan sama dengan sebelumnya atau tidak)

Istilah op. cit. (singkatan dari opera citato) (dalam bahasa Arab, المـر جع السابق) yang juga ditulis miring dan diberi spasi (op. cit., bukan op.cit.) merujuk kepada sumber yang sama yang telah disebut terdahulu, tetapi diantarai oleh sumber lain yang tidak sama halamannya. Istilah ini (op. cit.) digunakan sesudah menyebutkan nama pengarang. Jika halaman yang dikutip sama, maka digunakan istilah loc. cit. (sing-katan dari loco citato)

Pengertian Minat

Hilgard memberi rumusan tentang minat adalah sebagai berikut :  Interest is persisting tendency pay attention to and enjoy some activity organisasi content (Slameto 1995: 18) menurutnya minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan seterusnya yang di sertai dengan perasaan senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena perhatian bersifat sementara (tidak dalam waktu lama) dan belum tentu di ikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh keputusan.

Minat besar pengaruhnya bagi pengembangan kreativitas, karena bila dalam bahan pelajaran yang  tidak sesuai dengan minat anak, anak tidak akan belajar dengan baik

Pengertian Media Pembelajaran

Secara umum media merupakan kata jamak dari “medium”, yang berarti perantara atua pengantar. Kata media berlaku untuk berbagai kegiatan atau usaha, seperti media dalam bidang teknik. Istilah media digunakan juga dalam bidang pengajaran atau pendidikan sehingga istilahnya menjadi media pendidikan atau media pembelajaran.

Ada beberapa konsep atau definisi media pendidikan atau media pembelajaran. Rossi dan Breidle (1966: 3) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televise, buku, koran, majalah, dan sebagainya. Menurut rossi alat semacam radio dan televise kalau digunakan dan di program untuk pendidikan maka mrupakan media pembelajaran.

Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, akan tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dan memperleh pengetahuan Gerlach dan Ely (1980: 244) menyatakan: Á medium, conceived is any person, material or eent that establishs condition which enable the learner to acguire knowledge, skill, and attitude.” Menurut Gerlach secara umum media itu eliputi orang, bahan, perlatan, atau ketgiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkansiswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi, dalam pengertian ini media media bukan hanya alat perantara seperti TV, radio, slide, bahan cetak, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan semacam diskusi, seminar, karya wisata, simulasi, dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa atau untuk menambah ketampilan.

Dari dua pengertian diatas, maka tampak pengetian terakhir yang dikemukakan Gerlach lebih luas dibandingkan dengan pengertian yang pertama.

Selain pengertian di atas, ada juga yang berpendapat bahwa media pengajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Hardware adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti overhead projector, radio, televise, dan sebagainya. Sedangkan software adalah isi program yang mengandung pesan seperti informasiyang terdapat pada transparasnsi atau buku dan bahan-bahan cetakan lainnya, ceritakan yang terkandung dalam film atau materi yang disuguhkan dalam bentuk bagan, grafik, diagram, dan lain sebagaiminya.

 

Pengertian Keji dan Munkar

Kata keji terjemahan dari bahasa Arab yakni fakhisyah (فاخشة), menurut bahasa artinya perbuatan atau kejahatan yan menimbulkan aib besar, sedangkan menurut istilah, keji ialah suatu perbuatan yang melanggar susila.[1]

Adapun kata munkar ialah sesuatu yang disyariat mengingkarinya, karena bertentangan dengan fitrah dan maslahah. Munkar secara bahasa berarti tidak terkenali atau asing, karena tidak diakui buruk. Al-Quran menekankan kepada Nabi dan kaum muslimin agar terus menerus untuk menyuruh kepada perbuatan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar.[2]


[1] Ahsin W. Al-Haside, Kamus Ilmu Al-Quran, (Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2006), Cet. II, h. 198

[2] Toshihiko Izutsu, Etika Beragama dalam Al-Quran, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1993), Cet. III, h. 352

Pengertian Emosi

Emosi berasal dari kata emetus atau emovere  yang berarti mencerca, yaitu sesuatu yang mendorong terhadap sesuatu. Menurut Crow & Crow (Sunarti, 2001: 1) “emosi merupakan suatu keadaan yang bergejolak dalam diri individu yang berfungsi atau berperan sebagai inner adjustment terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu”. Emosi merupakan gejala psikis yang bersifat subjetif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenai dan dialami dalam kualitas senang atau tidak senang dalam berbagai taraf.

Bigot (Suryabrata, 1984: 30) membagi emosi atau perasaan atas :

1.      Perasaan Jasmaniah (rendah)

a.       Perasaan indriati, yaitu persaaan-perasaan yang berhubungan dengan perangsangan terhadap pancaindera, seperti; sdap, manis, asin, pahit, panas dan sebagainya.

b.      Perasaan vital, yaitu perasan-peasaan yang berhubungan dengn keadaan kasmani pada umumnya, seperti; perasaan segar, letih, sehat, lemah, tidak berdaya, dan sebagainya

2.      Perasaan Rohani

a.       Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang bersangkutan dengan kesanggupan intelek (pikiran dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

b.      Perasaan kesusilaan atau perasaan etis, ialah perasaan yang berhubungan dengan baik atau buruk. Tiap orang mempunyai ukuran baik buruk sendiri-sendiri yang bersifat individual yang sering disebut norma individual.

c.       Perasaan keindahan, yaitu perasaan yang menyertai atau timbul karena manusia, perasaan untuk hidup bermasyarakat dengan sesama manusia; untuk bergaul, saling tolong menolong, memberi dan menerima simpati dan antipati, rasa setia kawan, dan sebagainya.

d.      Perasaan sosial, ialah perasaan yang mengikatkan individu dengan sesama manusia, perasaan untuk hidup bemasyarakat.

e.       Perasaan harga diri, dapat dibedakan atas dua macam, yaitu perasaan harga diri positif, misalnya perasaan puas, senang gembira, bangsa yang dialami seseorang yang mendapatkan penghargaan. Sedangkan perasaan harga diri negatif, misalnya kecewa, tidak senang, tidak berdaya kalau seseorang mendapat celaan, dimarahi, mendapatkan hukuman, dan sebagainya.

f.       Perasaan keagamaan, yaitu perasaan yang bersangkut paut dengan kepercayaan seseorang tentang adanya Yang Maha Kuasa, misalnya rasa kagum akan kebesaran tuhan, rasa syukur setelah terlepas dari bahaya secara ajaib dan sebagainya.

Pengertian Kompetensi dalam KTSP

Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berpikir dan bertindak  secara konsisten dan terus menerus memunkinkan seseorang menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Pernyataan ini diperkuat oleh salah satu ahli dibawah ini.

McAshan (1981: 45) mengemukakan bahwa kompetensi:

“…is a knowledge, skill, and abilities or capibilities that a person achieves, witch become part of his or her being to the axent her or she can satisfactorily perform particular cognitive, affective, and psychomotor behaviors”.

 

Dalam hal ini, kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.

Sejalan dengan itu, Finch dan Crunkilton (1979: 222) mengartikan:

Kompetensi sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang  keberhasilan.

 

Dengan demikian terdapat hubungan antara tugas-tugas yang dipelajari peserta didik di sekolah dengan kemampuan yang diperlukan oleh dunia kerja.Untuk itu, kurikulum menuntut kerja sama yang baik antara pendidik dengan dunia kerja, terutama dalam mengidentifikasi dan menganalisis kompetensi yang perlu diajarkan kepada peserta didik di sekolah. Dan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai, sebagai wujud hasil belajar peserta didik yang mengacu pada pengalaman langsung.

Gordon (1988: 109) menyebutkan beberapa aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi sebagai berikut:

1)      Pengetahuan (knowledge); yaitu kesadaran dalam bidang kognitif.

2)      Pemahaman (understanding); yaitu kedalaman kognitif, dan afektif yang dimiliki oleh individu.

3)      Kemampuan (skill); adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

4)      Nilai (value); adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang.

5)      Sikap (attitude); yaitu perasaan (senang-tidak senang, suka-tidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar.

6)      Minat (interest); adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan.

Berdasarkan pengertian kompetensi di atas, kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan kompetensi dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Kurikulum Berbasis Kompetensi juga merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah.